Ahmad Wahib Mencari Tuhan
Prawacana: Wahib dan Ibrahim Dalam beberapa hal Ahmad Wahib mirip dengan Ibrahim. Keduanya pernah melakukan suatu pergulatan pemikiran yang berbahaya dan menyiksa. Ibrahim gelisah, mencari Tuhan, dan ia mengendarai akal untuk menuju ke sana; Wahib gelisah, mencari Tuhan, dan ia pun memakai akal. Ibrahim menyusuri jejak-jejak Tuhan lewat fenomena alam semesta; Wahib menjajakinya lewat filsafat dan fisika. Ibrahim memulai pencariannya dari titik nol; Wahib pun mencoba menge-nol-kan dirinya. Namun hasil yang dicapai keduanya berbeda, meski tidak berlawanan. Ibrahim sampai pada tujuan ketika ia masih hidup, saat ia, menurut riwayat, sudah berumur ratusan tahun. Inilah satu pencapaian yang boleh disebut sebagai penemuan terbesar umat manusia, mengalahkan penemuan-penemuan dalam bidang lainnya sejak awal peradaban hingga sekarang. (Ibrahim menemukan Tuhan! Mana ada penemuan lain yang lebih hebat daripada ini?) Ibrahim pun lalu diangkat menjadi nabi, disebabkan kegelisahan dan usaha p...